
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia, Basuki Hadimuljono, mengumumkan penghentian sementara pembangunan proyek jalan tol besar di Bali. Jalan tol sepanjang 96.2 kilometer yang menghubungkan Gilimanuk dengan Mengwi kembali ditenderkan, dengan penawaran diterima dari Oktober hingga awal November 2023.
Pencarian kontraktor baru dilakukan setelah salah satu investor awal menilai bahwa melanjutkan pendanaan pembangunan tidak layak secara finansial. Belum jelas kapan pembangunan jalan tol akan dilanjutkan, tetapi tidak akan terjadi sebelum 2024. Meski demikian, Hadimuljono tetap berharap masalah tender dapat diselesaikan pada November tahun ini.
BUJT, Badan Usaha Jalan Tol Indonesia, akan ikut serta dalam tender baru tersebut. Pemerintah sangat berkepentingan untuk menciptakan jalur transportasi modern yang menghubungkan kawasan-kawasan terpopuler di Bali selatan. Mulai dari penyeberangan feri Bali-Jawa di Gilimanuk, jalan ini akan membentang hingga pinggiran Denpasar, ibu kota pulau.
Semula, proyek ini diperkirakan selesai pada Juli 2024, dan anggarannya saat ini mencapai lebih dari $508 juta. Lahan untuk pembangunan jalan tol sudah dibeli, dan kekhawatiran warga setempat, yang awalnya waswas terhadap proyek ini, telah diselesaikan secara damai. Jelas bahwa pengeluaran akhir akan jauh melebihi perkiraan awal.